• 12

    May
  • 5

    May

    Menanti Tepian

    Aku masih di sini Belum menepi Maka, Raihlah aku Kepelabuhan hatimu Duhai para perempuan yang ada di pantai
  • 4

    Apr

    Antara Anggapan Sombong & Play Boy

    Malam tadi seorang gadis meneleponku, memintaku membalas SMS-SMSnya. Yang jadi permasalahan adalah ketika SMS itu selalu menghampiriku bertubi-tubi. Dan memuat hal yang tidak penting rasanya. Sementara, yang kukerjakan seharian ini teramat padat. Dari mulai ngurusin pameran, ngurusin bantuan yang kan segera di kirim ke Situ Gintung dan kegiatan lainnya yang bagiku lebih penting dari pada membalas SMS iseng. Aneh rasanya, kok bisa-bisanya gadis ini ingin menjadi prioritas dalam hidupku. Padahal aku sama sekali belum mengenalnya. Yang ada dia adalah saudara seorang gadis yang kuanggap adik, dan gadis ini menjodohkanku dengannya. Tapi bukan berarti dengan serta merta aku menerimanya. Apalagi setelah kutahu karakternya seperti ini. Dia mengancam takkan mau menghubungiku lagi dan akan menghapu
  • 2

    Apr

    Selamat Tinggal Mantan Kekasihku

    Tadi aku bertemu dengannya, tapi syukurlah dia telah berubah, semoga. Ketika aku mengambil keputusan untuk mengakhiri rencana kami, dia menangis tak henti-henti. Tapi aku telah lelah, dia telah menyai-nyiakan kesempatan yang kuberikan. Dan kini aku tak bisa menganulirnya lagi. Sekitar 20 menit kemudian tantenya nelepon aku, memintaku untuk lebih bersabar dalam menjalani hubungan dengannya. Setelah tantenya, kini giliran neneknya. Di mata keluarganya memang akulah lelaki satu-satunya yang mereka terima. Mereka punya harapan kalau gadis cantik yang mereka sayangi ini akan berubah, lebih baik. Sulit memang tuk menolak permohonan keluarganya. Tapi, aku adalah laki-laki. Dan aku tidak mungkin berhubungan dengan perempuan yang tidak bisa dipercaya. Ingin menikah denganku, tapi tetap saja bermai
  • 2

    Apr

    Aku Tetap Tak Bergerak

    Kemarin malam, aku salah ketik. Dan dara Jakarta karyawati bank swasta itu terusik. Dia tersipu, memintaku tuk mengenalnya lebih jauh. Tadi pagi, guru TK itu meneleponku. Bertanya apakah aku bisa bersua dengannya. Ah kau dik, kenapa begitu agresif. Tadi siang, mantan kekasihku yang di Cikarang meneleponku. Menanyakan kabarku, merindukanku kembali datang. Ah bagaimana mungkin. Lalu aku teringat seseorang yang tak lagi kuhubungi. Guru SMA yang konon kabarnya menanti untuk dihampiri. Mungkin dia bersedih hati. Ah aku, masih saja tetap di sini. Menanti kecenderungan hati.
- Next

Author

Follow Me

Search

Recent Post